Alhamdulillah,waktu yang ditunggu-tunggu telah tiba. LIBURAN! Abis semester yang melelahkan ini,akhirnya gue punya waktu buat ngelonjor di kamar dan bermanja-manjaan dengan kasur tercinta. "Wait,melelahkan? Lebay lo,di!" Well, bukan melelahkan secara fisik. Tapi melelahkan secara mental. Soalnya semester 2 ini ada beberapa dosen yang kurang asik menurut gue. Termasuk dosen yang ngasih 98% anak kelasan gw nilai C siang ini. But,udah dulu curhatnya. Sekarang gue mau bahas nasib orang-orang yang "kurang beruntung" di liburan ini.
Di Penghujung Rindu
Rinai hujan yang tak henti menemaniku terjaga.
Setiba pula seraut wajah baru saja melintas di batas angan.
Tergambar jelas wajah siapa itu.
Yang pendarannya menerangi tiap malam tanpa bintang.
Yang teranugerahi nada lembut pengisi kesunyian.
Yang mewakili tujuan senandung sepi ini.
Yang terindukan.
Datang untuk mengundang ragu dan pergi untuk menghapus pilu.
Itulah sifat rindu.
Walau sudah terlalu sering berlalu,namun tetap saja menjadi candu.
Hanya Ingin Kamu Tahu
Aku di sini,mengawasi.
Terjebak khayal, meresapi mimpi.
Mimpi untuk mencinta, mimpi untuk memiliki.
Terjebak khayal, meresapi mimpi.
Mimpi untuk mencinta, mimpi untuk memiliki.
Aku tak ingin berkilah dari rasa sepi.
Tapi aku tak ingin mengiba saat kamu hadir.
Walau jalan pikiranmu terlalu rumit.
Aku ingin kamu yakin bahwa ini suatu takdir.
Tapi aku tak ingin mengiba saat kamu hadir.
Walau jalan pikiranmu terlalu rumit.
Aku ingin kamu yakin bahwa ini suatu takdir.
Kamu yang pemalu, kamu yang anggun.
Membuatku kadang rindu, padahal siapalah aku?
Kamu yang memicu cemburu, saat bersama yang lain dalam canda yang terdengar sayup-sayup.
Membuatku ragu namun di saat yang sama juga tak ingin menjauh.
Membuatku kadang rindu, padahal siapalah aku?
Kamu yang memicu cemburu, saat bersama yang lain dalam canda yang terdengar sayup-sayup.
Membuatku ragu namun di saat yang sama juga tak ingin menjauh.
Kepada : Ramadhan
Ramadhan,pembasuh dosa.
Ramadhan,pembersih jiwa.
Aku menyambutmu.
Di tepian batas nafsu duniawiku.
Dengan hati yang bergetar di akhir sya'ban yang tak terasa berlalu.
Segala pujian terhaturkan,tanpa bisa menggambarkan rasa syukur itu.
Karena aku tahu,tiada imbalan lebih indah selain pahala bagi mereka yang menyambutmu dengan senyum dan haru.
Ramadhan penuh rahmat
Ramadhan penuh berkah
Aku memuliakanmu.
Ramadhan,pembersih jiwa.
Aku menyambutmu.
Di tepian batas nafsu duniawiku.
Dengan hati yang bergetar di akhir sya'ban yang tak terasa berlalu.
Segala pujian terhaturkan,tanpa bisa menggambarkan rasa syukur itu.
Karena aku tahu,tiada imbalan lebih indah selain pahala bagi mereka yang menyambutmu dengan senyum dan haru.
Ramadhan penuh rahmat
Ramadhan penuh berkah
Aku memuliakanmu.
Langganan:
Komentar (Atom)
