Pages

Hujan

Hujan,bawalah kenanganku pergi bersamamu.
Biarkan dia memudar seiring gelapnya awan yang terbentuk.
Dingin, kata mereka. Tapi, setidaknya lebih hangat dari masa lalu.

Celoteh sang kenari tak terdengar.
Mereka hanya meringkik sambil berlindung.
Tak apa menahan diri dari berkah alam.
Masih ada hari esok yang menunggu.

Hari terasa janggal tanpa hadirnya sang surya.
Tiada rona hangat yang menerpa jendela kamar saat membuka mata.
Kadang aku bertanya, sedang apa ia disana?
Dia mungkin tersingkap dari lembar jiwa, atau hanya tersembunyi dari pandangan.

Hujan, aku memandangimu erat.
Dalam tiap tetesnya yang mewakili kehidupan di dunia.
Walau aku tahu setiap tetes yang melintas itu berbeda.
Andai aku bisa secepat itu menyingkirkan resah.

Hujan..
Ada orang yang menantikanmu.
Selayaknya mereka yang hendak meringkuk di peraduannya.
Ada orang yang membencimu.
Seperti para kekasih yang terhalang dalam jumpa.

Apapun itu, aku mensyukurimu.
Karena nikmat Tuhan tergambar dari setiap ciptaanNya yang sempurna.

Hujan ini membawa kedamaian.
Jika aku membayangkan raga yang berkumpul bersama keluarganya.
Di ruang tengah, saling menatap bercengkrama.
Hujan ini membawa kebahagiaan.
Jika aku melihat anak-anak berlarian seakan air adalah teman.
Teman yang lama tak bersama tanpa menanti kabar.

Hujan, hapuslah jejak itu.
Jejak penyesalan yang menahanku untuk melangkah.
Hujan, cepatlah berlalu.
Agar bisa kulihat pelangi yang mengukir indah senyum pada setiap insan.

0 komentar:

Posting Komentar