Pages

Tak Serapuh yang Kau Kira

Cinta pernah datang,dan ia telah pergi.
Semudah kejapan mata dan seketika terenggut masa.

Mengapa? Ada apa?
Apakah ini jenuh? Apakah aku angkuh? Apakah kita jauh?

Tak terangkai oleh kata waktu yang terlintasi.
Tak terungkap oleh lisan apa yang terjadi.
Tapi,haruskah aku peduli?

Ia pernah berkata,"yang terjadi,terjadilah"
Usah kau risaukan dalam renungan tak berarti.
Karena,jauh di dalam sana,aku pastikan,tiada niat menyakiti.
Ya,mungkin naluri yang bermain. Mengelabui akal dan tak menghiraukan rasa.

Cintailah Aku,Bencilah Aku

Cintailah aku dengan nama Tuhan yang menganugerahkanmu perasaan ini.
Maka,aku akan mencintaimu dengan cara yang telah digariskan di dalam jalan kebenaran-Nya.

Cintailah aku dengan seutas benang ketulusan.
Maka,aku akan mencintaimu dengan hangatnya selimut kesetiaan yang kurajut penuh kesabaran.

Cintailah aku apa adanya dengan segala kekuranganku.
Maka,aku akan mencintaimu tanpa mengubahmu sedikitpun. Karena apapun yang kau lakukan akan terlihat sempurna saat kita bersama dan saling mengisi.

Untuk Orang Terdekat Kamu

Untuk orang terdekat kamu,

Cintailah dia hari ini lebih dari hari kemarin.
Hormatilah dia seakan ia tidak pernah melakukan kesalahan.
Sayangilah dia seakan kamu tidak bisa hidup tanpanya.
Dekaplah ia erat-erat seakan ini saat terakhir kamu bertemu dengannya.

Buatlah ia tersenyum seperti ia tidak akan pernah meneteskan air mata.
Buatlah ia bangga akan kebaikan yang kamu lakukan dan pengorbanan yang mereka berikan.
Buatlah ia bahagia dalam waktu-waktu yang pernah mereka habiskan hanya untuk bersama kamu.
Buatlah ia tahu bahwa besarnya cinta kamu lebih dari yang bisa dilukiskan dengan kata-kata.

Sahabat Lamaku

Sahabat Lamaku,berkutat dengan mimpi-mimpinya.
Menempuh perjalanan barunya sebagai seorang manusia dewasa untuk meraih cita-cita.
Meninggalkan seragam saat masa jaya,mengendurkan ikatan kebebasan bertingkah laku tanpa khawatir akan pengawasan guru.

Sudah lama..
Ya,sudah cukup lama kita terpisah.
Kita memilih jalan yang berbeda,namun selalu kuberusaha menjaga tali persahabatan yang dulu kita rajut.
Ruang dan waktu yang terbentang antara kita tak akan mengurangi rasa kebersamaan yang dulu kita banggakan.

Wanita Anggun Itu..

Wanita anggun itu..
Berucap dengan penuh kelembutan.
Tersenyum dengan penuh keikhlasan.
Bertingkah laku tanpa melupakan norma.
Melangkah dengan penuh wibawa.

Jilbab menaungi keindahan parasnya.
Lembaran kain menutup setiap jengkal auratnya.
Ketulusan hatinya meredam segala amarah.
Kebaikan budinya seolah menutupi setiap kekurangannya.

Saat ia berucap,tutur katanya menyiratkan kesantunan.
Nada bicaranya rendah,selaras dengan kerendahan hati yang ia miliki.

Menaklukkan Hatimu

Aku berbicara,kau terdiam membisu.
Aku menatapmu,kau tertunduk malu.
Aku memerhatikanmu,kau terlihat acuh.

Mengapa sangat sulit?
Sangat sulit bagiku mengerti dirimu,
dan sangat sulit bagimu merasakan yang kurasa.

Apakah perasaan ini terlalu sederhana untuk diuraikan?
Atau jalan pikiranmu yang terlalu rumit untuk dipetakan?

Apakah diri ini terlalu hina untuk ditemani?
Atau hatimu terlalu berharga untuk dimiliki?

Lelaki Sederhana


Aku hanya lelaki sederhana.
Tiada bermahkotakan harta,yang mengamanahkan tahta,pun mengagumi wanita.
Sebatang pensil dan secarik kertas menemaniku bercengkrama dengan bulan.
Tentang masa lalu yang kupunggungi. Tentang masa depan yang kutatap tajam.

Tiada dariku yang terumbar lepas,tiada pula yang tertutup rapat.

Aku berucap dengan sederhana.
Yang lantang untuk kebajikan,
yang pelan untuk rendahnya hati,
yang terputus untuk kekhilafan.
Tak perlu menelisik akal untuk memahaminya.

Sebatas Kata Hati


Seteduh jalan insan yang mendekap iman.
Setulus doa bunda untuk anaknya.
Seresah jiwa-jiwa yang dipertuan sunyi.
Sedalam palung rindu yang menyentuh sanubari.
Semanis kisah mereka yang mengagungkan cinta.
Selepas tawa sahabat dalam buai canda.

Saat lisan terbungkam,saat raga tak kuasa memberi makna.
Ungkapkanlah yang tersirat,walaupun hanya sebatas kata hati.