Aku berbicara,kau terdiam membisu.
Aku menatapmu,kau tertunduk malu.
Aku memerhatikanmu,kau terlihat acuh.
Mengapa sangat sulit?
Sangat sulit bagiku mengerti dirimu,
dan sangat sulit bagimu merasakan yang kurasa.
dan sangat sulit bagimu merasakan yang kurasa.
Apakah perasaan ini terlalu sederhana untuk diuraikan?
Atau jalan pikiranmu yang terlalu rumit untuk dipetakan?
Apakah diri ini terlalu hina untuk ditemani?
Atau hatimu terlalu berharga untuk dimiliki?
Apakah aku terlalu lama bergumul dengan perasaanku?
Atau kau yang terlalu kuat bertahan dengan sikap dinginmu?
Hari-hari penuh asa telah kulalui.
Masa-masa sulit telah kulewati.
Hanya untuk melihat harapan tak bertuan ini melayang dalam angan mimpi.
Hanya untuk melihat dirimu bahagia karena pengorbanan yang kuberi.
Dengan semua yang telah kulalui,tiadakah pintu hatimu yang terbuka?
Batin ini ikut tersiksa saat kau terluka.
Telinga ini selalu mendengarkan keluh kesahmu tanpa pernah lelah.
Mata ini tak henti-hentinya menangkap cahaya yang dipantulkan oleh makhluk terindah.
Bahu ini selalu siap saat kau membutuhkan tempat bersandar dan menampung air mata.
Bibir ini terus mencoba menyampaikan getaran-getaran perasaan yang tak mampu dimengerti akal sehat.
Namun,kau tak memahaminya..
Ya,memang tiada akhir yang sempurna. Dan inilah cerita yang tercipta.
Pada akhirnya,yang kuinginkan hanyalah bersamamu.
Tanpa peduli siapa diri ini bagimu.
Tanpa peduli siapa diri ini bagimu.
Aku beruntung telah bisa mengenalmu.
Aku bersyukur bisa membuatmu tersenyum setiap waktu.
Dan,disaat aku berada di sisimu,melihatmu bahagia dengan kehidupanmu,
adalah suatu anugerah bagiku.
adalah suatu anugerah bagiku.
Karena menaklukkan hatimu,adalah tantangan darimu yang hingga saat ini,
belum bisa kupenuhi.
belum bisa kupenuhi.

0 komentar:
Posting Komentar